Home / Artikel / Perbedaan Istilah Pendekatan (approach), Metode (method), Teknik (technique) dan Prosedur (procedure) dalam Pembelajaran

Perbedaan Istilah Pendekatan (approach), Metode (method), Teknik (technique) dan Prosedur (procedure) dalam Pembelajaran

Masih banyak diantara kita yang bingung membedakan antara empat istilah berikut dalam pembelajaran, yaitu: “Pendekatan, Metode, Teknik dan Prosedur” (Approach, method, technique & procedure).

Disini saya mencoba menjelaskan perbedaan istilah-istilah tersebut dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Nah, sebenarnya ke-4 istilah tersebut memiliki urutan dari yang paling umum (general) sampai spesifik. Dari judul diatas, saya sudah mengurutkan dari istilah paling umum (approach) sampai paling spesifik (procedure).

Urutan pertama “Pendekatan” (approach), memiliki ruang lingkup yang sangat luas (very general ) dan belum bisa diimplementasikan dalam proses belajar-mengajar. Why? karena ‘approach‘ masih sebatas asumsi, teori dan paradigma. Sebelum seorang pengajar mengimplementasikan metode pembelajaran, terlebih dahulu ia harus mengetahui asumsi, teori dan arah pembelajaran. Jika guru diasumsikan sebagai supir dan murid sebagai penumpang, maka sudah jelas kemana siswa-siswanya akan dibawa. Tujuan inilah yang disebut dengan approach.

Atau dalam istilah politik, approach ini bisa diasumsikan sebagai ‘ideologi’, sedangkan metode adalah partai politik, jadi ideologi dan parpol harus singkron. Satu ideologi (approach) juga bisa diadopsi/ diimplementasi oleh banyak parpol (method). Atau jika guru sebagai supir yang ingin membawa penumpangnya (murid) ke suatu tempat, metode yang digunakan bisa banyak (Metode adalah cara/way). Jika ingin membawa murid dari Jakarta ke Bogor misalnya, metode yang bisa pakai adalah transportasi darat seperti kereta api, mobil, atau taksi. Jika ingin naik sepeda boleh juga, tapi hasilnya akan kurang efektif, bisa-bisa pingsan semua. So, pakailah metode yang bagus/efektif dan menyenangkan untuk mancapai Bogor.

Berbicara masalah asumsi dan teori dalam approach, banyak sekali teori pembelajaran (Learning theories) yang bisa menjadi tujuan proses pembelajaran. Secara umum, dalam pendidikan ada 3 teori dasar pembelajaran, yaitu; teori behaviorism, cognitivism dan constructivism. Nah, telebih dahulu pengajar harus mengetahui teori/asumsi apa yang akan dipakai dalam metode belajar-mengajar nanti. So, penggunaan teori dalam approach harus selaras dengan penggunaan metode.

Misalnya: Seorang pengajar menggunakan teori behaviorism dimana proses pembelajaran lebih berpusat pada guru, (teacher-center), maka metode yang cocok digunakan adalah metode yang menempatkan guru sebagai sentral pembelajaran, guru yang paling aktif dalam memberikan penjelasan kepada murid yang biasanya adalah ceramah. Nah, jika guru menggunakan approach ini, metode apa yang cocok digunakan? Jika dalam pengajaran Bahasa Inggris mungkin bisa menggunakan metode tradisional, Grammar Translation Method (GTM). Kemudian jika pengajar menggunakan teori constructivism dalam approach-nya, mungkin bisa menggunakan metode communicative approach karena ideologi constructivism ini lebih mengarahkan pembelajaran students-center (siswa aktif).

Diatas kita sudah membahas istilah approach dan method, dimana approach adalah asumsi/ teori sedangkan metode adalah cara eksekusinya (way of implementing). Banyak sekali metode-metode pembelajaran seperti dalam pengajaran Bahasa Inggris misalnya: Direct method, Dogme language teaching Focal Skills, Audio-lingual method, Grammar-Trasnlation Method, Total physical response, Language immersion, Michel Thomas Method, Natural approach, Suggestopedia, Lexical approach, Task-based language learning, Vocabulary development dan Silent way.

Selanjutnya, turunan dari metode adalah teknik. Teknik adalah trik, bagaimana metode tersebut dijalankan dalam proses belajar-mengajar. Metode itu tidak baku dan kaku, anda bisa improvisasi dengan trik yang anda gunakan asal tidak keluar jalur. Jadi, teknik implementasi satu metode tidak harus sama antara satu pengajar dengan pengajar lainnya.

Terakhir adalah yang paling spesifik dari semuanya,  ‘prosedur’, yang berarti step-by-step. Prosedur berarti implementasi harus dikerjakan secara berurutan. Contoh: Aktivitas pertama di kelas adalah menguji siswa pelajaran sebelumnya dengan quiz, kedua mereview kembali pelajaran sebelumnya, ketiga berdiskusi, keempat bertanya, dan seterusnya sampai habis.

So, secara sederhana bisa disimpulkan bahwa ‘Approach is translated into the method that contains technique with series of procedures‘.

Thanks,

Zamzami Zainuddin

(Note: jangan lupa dikutip sumbernya)

 

About Zamzami Zainuddin

Junior researcher & PhD student, The University of Hong Kong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *