Home / Beasiswa / Cara menghubungi calon supervisor S2 atau S3 di luar negeri

Cara menghubungi calon supervisor S2 atau S3 di luar negeri

Halo semua, perkenalkan saya Zamzami Zainuddin, mahasiswa Doktoral (PhD) pada Faculty of Education, The University of Hong Kong (HKU). Sedikit ingin berbagi pengalaman tentang tata cara mengubungi calon supervisor yang akan membimbing kita saat studi S2 (by research) atau S3 di luar negeri. Biasanya saat kita apply ke kampus-kampus di luar negeri, kita diminta untuk mengisi form yang pertanyaannya apakah sudah menghubungi/ memiliki calon supervisor, kemudian disuruh mengisikan nama mereka. Jika kita sudah memiliki calon sopervisor saat apply S2 by research atau S3, maka peluang goal-nya akan lebih besar.

Nah, sebelum mengubungi calon supervisor, yang paling utama yang harus kita siapkan tentu adalah proposal penelitian atau paling tidak draft proposal. Jangan coba hubungi calon supervisor jika anda sendiri belum tau apa yang akan anda teliti, atau anda mencoba menghubungi calon supervisor untuk bertanya, topik atau isu apa yang layak anda teliti, ini salah besar.

Sebelum menghubungi calon sepervisor, harus sudah ada konsep penelitian di benak anda, apa yang akan anda lakukan dalam penelitian nanti. Kemudian baru cari Universitas apa yang ingin  anda tuju. Di web kampus/ fakultas, biasanya akan terpampang profil para dosen secara lengkap, baca dan pelajari lebih mendalam profil mereka. Di website kampus luar negeri, data dosen biasanya sangat lengkap, seperti jabatan, background pendidikan, daftar publikasi mereka, email, sampai keahlian mereka di bidang apa. Tentu anda harus memilih salah satu diantara mereka yang research area-nya sesuai dengan plan riset anda.

Jangan lupa ketika meng-email mereka, katakan bahwa anda sangat tertarik dengan publikasi mereka yang judulnya anda sebutkan dan anda sudah membacanya. Juga area riset/ expertise dia juga sangat sesuai dengan plan riset anda, dan anda sangat berkeinginan untuk berguru dan dibimbing olehnya. Jangan lupa untuk sedikit memuji produk-produk akademik mereka, kepakaran, atau kegiatan akademik internasional. Ini akan membuat mereka sedikit impress dengan anda, ya, fitrah manusia memang gitu, suka dipuji.

Anda tidak perlu canggung dan sungkan untuk menghubungi mereka. Para dosen atau profesor di luar negeri sangat welcome dan terbuka sekali. Sangat berbeda dengan kultur akademis di negeri kita. Biasanya mereka akan meminta anda untuk mengirimkan proposal penelitian, biasanya tidak lebih dari 10 halaman saja. Jika tertarik, maka anda akan diterima, bahkan bisa ditawarkan beasiswa. Biasanya mahasiswa riset di luar negeri kuliah dengan dana beasiswa riset kampus atau dari dana project-nya si dosen pembimbing. Dana riset kampus luar negeri sangat besar, 1 project saja kadang bisa membiayai kuliah 1-3 mahasiswa riset. Tentunya mahasiswa yang dapat beasiswa ini harus bekerja membantu project si dosen, dan project ini juga akan menjadi bagian dari tesis/disertasi si mahasiswa.

Namun, ada beberapa alasan bisa jadi anda ditolak oleh si calon supervisor, misalnya proposal risetnya kurang qualified, mahasiswanya sudah penuh, kurang tertarik dengan isu risetnya, atau bisa jadi direkomendasikan supervisor lain yang lagi butuh mahasiswa asing. Bahkan ada juga yang langsung dibantu hubungkan anda dengan kerabat mereka, supervisor yang cocok untuk anda. Ada juga yang diterima, tapi harus cari beasiswa sendiri, atau dana sendiri, dan apply seperti biasanya melalui website kampus. Jika mereka sudah pernah mengatakan ia dan mau membimbing anda, berarti saat mengisi form pendaftaran sudah bisa meletakkan nama mereka sebagai proposed supervisor.

Jika anda bingung untuk mencari siapa yang cocok menjadi supervisor anda, biasanya ada juga bagian akademik kampus yang bisa diemail untuk dimintai saran. Katakan pada mereka plan riset anda apa dan mereka akan langsung merekomendasikan beberapa nama yang cocok untuk riset anda.

Ataupun misalnya anda mengenal seseorang yang bisa menghubungkan anda dengan calon supervisor, itu lebih baik lagi. Mungkin anda kenal mereka saat conference, dosen anda dulu saat S1 atau S2, atau siapa saja yang bisa memfasilitasi anda dengan si calon supervisor, itu lebih bagus lagi.

Minta bantu kenalan anda ini untuk langsung diemailkan calon supervisor dan minta di cc anda di email tersebut. So, saat ada acara ilmiah tempat berkumpulnya para ilmuwan seperti conference, jangan sungkan-sungkan untuk mendekat dan membangun komunikasi, siapa tau dia mau menjadi supervisor anda atau paling tidak akan membantu menghubungkan anda dengan rekannya di kampus.

But, saat saya apply S3 dulu, saya apply-nya tanpa mengajukan nama supevisor, karena memang apply-nya masih sedang kuliah S2, dan masih buta tentang hal-hal ginian. Tapi syukur goal juga, pihak akademik langsung menawarkan apakah saya setuju dengan Prof yang mereka ajukan. Kemudian saya pelajari profilnya dan oke saya terima, bahkan ditawari beasiswa juga.

Sebelumnya juga sudah pernah hampir 10 Profesor saya hubungi, di Australia, New Zealand, dan Belanda. Semuanya mendapat respon baik dan mau membimbing saya dengan syarat cari beasiswa sendiri karena mereka tidak menyediakan beasiswa riset.

So, intisarinya, jika ingin menghubungi calon supervisor, siapkan dulu konsep risetnya, pelajari profil calon supervisornya, dan jika ditolak oleh satu orang, email lagi yang lain sampai deal, jangan pernah menyerah pada 1-2 penolakan.

Selamat mencoba……good luck untuk studi dan risetnya.

About Zamzami Zainuddin

Junior researcher & PhD student, The University of Hong Kong

2 comments

  1. Sangat membantu infonya, adakah hal lain yang perlu diperhatikan selain diatas?

    • Hai, saat menghubungi calon supervisor, katakan bahwa anda sangat impresif dengan karya-karyanya. Katakan juga bahwa anda sudah membaca beberapa jurnal dan bukunya dan sangat relevan dengan riset yang akan anda lakukan. Katakan bahwa anda akan banyak mengambil (mengutip) riset-risetnya nanti. Professor tentu itu akan sangat senang jika kita puji/ apresiasi hasil karyanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *