Home / Artikel / Coretan Biasa / Berapa Harga Publikasi Artikel di Jurnal Terindeks Scopus?

Berapa Harga Publikasi Artikel di Jurnal Terindeks Scopus?

Masih banyak akademisi Indonesia saat mendengar nama Scopus langsung kepikiran tentang harga mahal yang harus dibayar agar sebuah artikel dimuat pada jurnal tersebut. Anggapan ini sangatlah keliru, karena publikasi pada jurnal Scopus yang bagus, baik dan benar adalah tidak berbayar. Jurnal-jurnal Scopus yang berbayar berpotensi masuk dalam database jurnal abal-abal. Ingat, masih banyak jurnal dibawah indeks Scopus yang tergolong abal-abal dan di blacklist oleh dunia akademik internasional termasuk DIKTI. Makanya, beberapa negara yang sudah maju dalam risetnya, tidak lagi menggunakan indeks Scopus, tapi sudah lebih advanced diatasnya, yaitu ISI Thomson Reuters. ISI Thomson adalah seleksi jurnal-jurnal terbaik dari Scopus index. Jadi, jurnal-jurnal yang terindeks di ISI biasanya juga telah terindeks di Scopus.

Sangat banyak jurnal-jurnal bereputasi Scopus dan ISI Thomson yang publikasinya tidak berbayar. Jadi, jangan sampai anda terjebak pada iming-iming cepat diterima dan publikasi, tapi dengan harus membayar mahal. Ingat jurnal bereputasi yang baik itu tidak pernah berbayar untuk dipublikasi dan proses review-nya sangat ketat, bisa makan waktu tahunan. Biasanya yang berbayar itu adalah saat kita ingin mengakses jurnal-jurnal tersebut atau harus berlangganan, kecuali yang Open Access.

Sekali lagi, jangan sampai tergiur dengan iming-iming publikasi artikel pada jurnal indeks Scopus berbayar. Kirimkan atikel anda pada penerbit-penerbit berkualitas dunia seperti;

Terdapat ribuan jurnal-jurnal terbaik dunia disini dari berbagai disiplin ilmu. Keuntungan yang mereka dapatkan biasanya bukan dari si pemilik artikel atau biaya publikasi, tetapi dari langganan Universitas-universitas dunia, lembaga riset, atau perpustakaan terhadap jurnal-jurnal mereka. Mereka juga mendapat keuntungan dari hasil konferensi internasional terindeks. Jadi kalau International Conference yang terindeks Scopus/ ISI itu memang benar harus bayar, tetapi untuk submit artikel dan publikasi di jurnal mereka tidaklah berbayar. Jurnal-jurnal bereputasi yang berbayar hanya segelintir saja tidak lebih dari 20%. Ah, masa akademisi Indonesia masih bermain pada level 20% yang tidak berkualitas ini.

Dalam dunia akademik di luar negeri, jika kita melakukan publikasi artikel pada jurnal berbayar, maka akan menjadi aib dan memalukan diri sendiri. So, stop publikasi pada jurnal-jurnal berbayar karena selain reputasinya rendah juga berpotensi masuk dalam database predatory journal.

About Zamzami Zainuddin

Junior researcher & PhD student, The University of Hong Kong

11 comments

  1. Bagaimana cara sebuah jurnal bisa dimuat di scopus?

    • Hai, pertama cek dulu apakah jurnalnya apakah sudah terindeks Scopus atau belum, cara mudah ketik saja kata kunci bidang anda di “http://www.scimagojr.com/” , misalnya “information science”. Pelajari guideline for author-nya, berapa kata maksimal diminta, menggunakan style reference apa, kebanyakan jurnal menggunakan APA style. Kelemahan orang-orang Indonesia sering nulis and publish sendiri, makanya jurnalnya sedikit. Usahakan untuk saling membantu (collaboration) sehingga publikasi bisa lebih banyak, cepat dan efektif. Tentu pemilik artikel harus nama pertama ya (first author), karena value-nya akan sangat berbeda dengan second, third, dan seterusnya.

      Good Luck

  2. Tiara Rizki Wulansari

    Saya punya jurnal min, sama dosen saya disuruh submit ke jurnal internasional. Kira2 submit kemana ya baiknya? Dan caranya bagaimana karna saya belum paham mengenai submit ke jurnal internasional. Apakah harus jadi member dulu apa gimana? Thankyouuu

  3. Waah artikel yang menarik. Saya mau tanya untuk tahu jurnal yang predator atau tidak itu bagaimana yaa? Mohon pencerahannya. Trims

  4. Hai ka aku mau tanya dong yg international journal of science itu berapa yah bayarnya?
    Ada gak yg gak berbyar tapi jurnal international?
    Mohon bantuannya ka soalnya aku disuruh upload sma dosen ku tpi aku gak tau mesti kemana dan bayar berapanya

    • Jurnal ini maksudnya: http://www.ijset.net/index.php?pid=37, hati-hati dengan jurnal berbayar seperti ini, kebanyakan dari India dan Pakistan. Jurnal berbayar mengincar para penulis pemula, target mereka bisnis bukan akademik. Silakan publikasi pada jurnal-jurnal bagus yang FREE. Jurnal apa yang cocok? tergantung topik tulisan, Science-nya apa? ke Education, Social Science atau Natural Science (LAB)?.

  5. Hai admin
    Mau tanya aku juga dsruh submit journal international.
    Kalau international journal of chemistry itu bayarnya berapa yah?
    Trus ada gak yg gak usah bayar?
    Mohon bantuannya

    • Jurnal internasional ada 2 macam, yg biasa atau bereputasi. Yang biasa asal bahasa Inggris sudah bisa dikatakan internasional sedangkan yg bereputasi terindeks Scopus atau Web of Science yg biasa diperlukan para dosen untuk mengajukan guru besar atau naik pangkat. Jurnal yg bagus dan berkualitas adalah yang FREE tidak berbayar, banyak sekali yg FREE. Yang berbayar hanya sekitar 20% dan orientasi mereka bisnis. SO, silakan publikasi pada jurnal FREE. Kalau “International Journal of Chemistry” ada banyak dan semua bukan bereputasi, internasional biasa. Bayar atau tidak, tinggal buka dan baca saja di Webnya. Misalnya yg ini berbayar dan saran saya hindari jurnal seperti ini http://www.iaeme.com/IJC/IJC_charges.asp

  6. Saya mau nanya kami disuruh cari tempat publish yg bisa nerima 5 orang..karna kami 1 jurnal 5 orang.. Dimana ya tempat publish bisa 5 orang?

    • Semua jurnal boleh publish dengan 5 penulis, 10 boleh juga. Tapi bagusnya memang jangan lebih 5 orang, dan penulis jurnal 1 orang kurang bagus. Penulis jurnal bukan seperti penulis artikel di media massa 1 orang saja. Biasanya dalam dunia internasional, penulisnya jarang yang sendiri, kebanyakan lebih dari 3 dan kurang dari 7. So, silakan berkolaborasi dalam 1 artikel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *