Home / Artikel / Free Konsultasi Publikasi Jurnal Scopus dan ISI Thomson Reuters (Web of Science)

Free Konsultasi Publikasi Jurnal Scopus dan ISI Thomson Reuters (Web of Science)

Salam semua,

Mungkin anda masih bingung dalam memilih jurnal apa yang sesuai untuk publikasi artikel ilmiah anda, terutama untuk jurnal-jurnal internasional bereputasi (indeks Scopus dan ISI Reuters). Mungkin anda  juga masih bertanya-tanya “jurnal apa yang cocok untuk tipe/ topik artikel saya?” Kebingungan sering terjadi karena banyak hal, seperti tidak mengetahui cara akses ke jurnal-jurnal tersebut, tidak punya akses gratis kesana, seperti “Web of Science” yang harus berbayar untuk mengecek info jurnalnya, atau kebingunan dalam memilih puluhan ribu jurnal bereputasi.

Nah, anda tidak perlu bingung lagi, silakan konsultasi dengan kami, FREE ya, hanya niat untuk sharing dan berbagi ilmu sesama anak bangsa. Tentu anda harus sudah punya draft artikel terlebih dahulu ya, yang rencananya akan akan kirimkan ke jurnal. Kami akan membantu anda mengecek jurnal Scopus/ ISI apa yang cocok untuk tulisan anda dan tentu semua jurnal Scopus/ ISI yang nantinya kami sarankan untuk anda adalah FREE saat publikasi alias tidak berbayar. Kami ingin menghilangkan persepsi orang-orang Indonesia bahwa publikasi pada jurnal bereputasi sangat mahal bayarannya, padahal itu hanya segelintir saja yang berbayar dan kualitas jurnalnya pun lebih rendah dari jurnal-jurnal bereputasi yang tidak berbayar.

Untuk publikasi pada jurnal ISI Web of Science, kami juga akan membantu anda mengecek peringkat jurnalnya, terutama Impact Factor-nya (IF) atau Q1, Q2, Q3, atau Q4. Kami juga akan membantu anda mengecek apakah jurnal yang anda sebutkan masuk dalam kategori “jurnal abal-abal” (predatory journal) atau tidak.

Bagi yang ingin berkonsultasi, sharing, atau bertanya-tanya tentang jurnal apa yang cocok untuk artikel anda, silakan berkonsultasi dengan kami disini, komen dibawah ya. Perlu diingat bahwa kualitas riset orang-orang Indonesia lebih keren-keren dibandingkan dengan negara-negara tetangga, namun sayangnya orang-orang kita hanya publikasi hasil riset mereka pada jurnal-jurnal lokal saja, sayang sekali kan. Pun karena kurangnya informasi tentang jurnal-jurnal Scopus yang bisa menjadi target publikasi berkualitas, tidak berbayar, dan mudah.

Ayo kita tingkatkan rangking publikasi jurnal bereputasi Indonesia.

Good Luck,

About Zamzami Zainuddin

Junior researcher & PhD student, The University of Hong Kong

44 comments

  1. Dear Pak Zamzani

    Terimakasih ataas kesempatan yang bapak berikan bagi kami untuk berkonsultasi mengenai publikasi Jurnal pada internasional jurnal yang bereputasi

    Pak saya punya jurnal dengan judul dan abstraks berikut, bagaimana saran bapak untuk tujuan publikasinya sebaiknya kemana ya pak baik pada jurnal yang terindeks scopus atau Web of Science (ISI Thomson Reuters). Atas bantuannya kami haturkan terimakasih. semoga menjadi amal ibadah dan mendapat balasan Allah SWT… Aamiin YRA

    Abstrak Jurnal sbb :

    Development of Local Government Capacity
    in Managing Indonesia-Malaysia Border Area
    (Study On Sebatik Island)

    Etin Indrayani,
    Intitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
    etin.indrayani@uptik.ipdn.ac.id

    Yudi Rusfiana
    Intitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
    rusfianayoudhy@gmail.com

    Abstract
    The study aims to analyze the capabilities of local government and to formulate a conceptual model of government capacity building in the management of border areas. This study uses mixed method approach combining both quantitative and qualitative. Assessment Tools used document analysis, FGD, PROSE, and OCAT. The result of the research shows the local government has implemented several efforts to manage the border areas with sporadic achievements that are due to the lack of institutional commitment and systematic policies. Local government capacity building models are designed to be integrated and sustainable in the form of sustainable cycle, begins by defining the issues and critical steps to consider in the capacity building process as well as guidance on essential tools and techniques that can be used. The primary levels are capacity assessment, strategies, and plan, implementation, monitoring, and evaluation. This research covers only border area in North Kalimantan Province, and the findings cannot be generalized to others. Despite the fact that the study provides some contributions to proposed a model of border area management by the central government in synergy with local government
    Keywords: Development. Capacity Building, Local Government, Management of Border Area,

    • Hai, Jika ingin yang berkualitas, terindeks ISI Thomson Reuters (sudah terindeks Scopus juga) bisa langsung copy paste judul dan abstract pada link berikut, nanti akan muncul list jurnal-jurnal yang relevant dengan proposed artikel: https://journalfinder.elsevier.com/

      Jika ingin lebih luas lagi, bisa serach di https://www.scimagojr.com/, masukkan kata kunci artikel tesebut. Jika di Scimago, yang muncul di halaman pertama adalah jurnal-jurnal dengan ranking tinggi. Semakin ke belakang semakin rendah rangkingnya. Jadi untuk pemula, jangan memilih yang terlalalu tinggi rangkinya (H Index/ SJR)

  2. Kak saya butuh journal international untuk penulisan tesis saya, caranya gimana ya? Tesisnya tentang inovasi kurikulum kak

  3. Kak saya bingung memcari journal international untuk mengerjakan tesis saya. Judulnya tentang inovasi kurikulum. Caranya gimana ya kak?

    • Tinggal di search saja di google scholar dengan kata kunci, misalnya “curriculum development”, “innovation in the curriculum”, atau apa saja yang sesuai dengan keywords tesisnya. Banyak jurnal open akses disana. Yang berbahasa Inggris sudah tentu jurnal Internasional. Namun yang bagus adalah yang bereputasi, jurnal internasional terindeks, bisa Scopus atau Web of Science. Ngecek jurnalnya disini: https://www.scimagojr.com/index.php

  4. halo, saya berkeinginan untuk mengirimkan artikel namun kebingungan untuk tujuan jurnal. adakah jurnal scopus dengan materi seni, budaya, antropologi atau seni budaya??kira kira ada jurnal apa saja ya??
    saya memiliki judul “Study of Pasuruan Batik with Jawi Temple Motif by UKM Sekar Wangi Sejati Cultural Anthropology Approach “saya berniat untuk kirim ke jurnal mudra/lekesan, namun saya tertinggal untuk edisi yang menggunakan bahasa inggris..jadi saya ingin mencoba untuk jurnal internasional. kira-kira yang tidak berbayar apakah ada??
    mohon bantuanya, saya pemula dan kebingungan..

    • Banyak sekali jurnal internasional tanpa berbayar. Jurnal internasional ada 2 macam, pertama bereputasi, kedua biasa (tidak bereputasi). Yang bereputasi terindeks Scopus & Web of Science. Jika ingin publikasi disini sangat ketat dan butuh waktu lama proses review-nya, memakan waktu sampai tahunan kadang. Daftar journal bisa di search keywordnya di https://www.scimagojr.com/. Misalnya: culture, heritage, art, tradition. Jika ingin sedikit lebih ringan, publikasi pada jurnal internasional biasa. Bisa di googling di google. Sudah saya coba cari di google dan cek di Scimago tidak terindeks seperti: Vincentian Heritage Journal, Asian Journal of Arts, Humanities and Social Studies, Asian Journal of Humanity, Art and Literature. Jangan lupa juga mengecek apakah jurnalnya blaklisted/abal2. https://predatoryjournals.com/journals/. Banyak sekali sekarang jurnal internasional abal-abal/ predator.

  5. halo, saya ingin bertanya adakah jurnal internasinal dengan materi seni budaya, pendidikan, atropologi yang berkemungkinan tanpa biaya??
    saya memiliki judul “Study of Pasuruan Batik with Jawi Temple Motif by UKM Sekar Wangi Sejati Cultural Anthropology ” kira kira bisa di masukkan ke jurnal mana ya??
    mohon bantuanya.
    terimakasih

  6. Bagaimana mengetahui list jurnal yang termasuk dalam thomphson reuter?

  7. Halo terima kasih sudah membuka kesempatan untuk berkonsultasi. saya sedang dalam proses untuk submit jurnal, namun masih bingung harus submit ke jurnal apa yang bagus tetapi proses reviewnya tidak terlalu lama (bertahun-tahun). berikut adalah judul studi saya. mohon pencerahannya

    “Convergence Analysis of Energy Intensity on Energy Intensive Manufacturing Industry in Java Island”

    Terima kasih

  8. Dear Sir,

    My name Sukemi Kadiman, I want to publish my article in the International Journal Scopus.

    May I get your email address, I will sent the International Journal draft.

    Thks & Rgds

    Sukemi Kadiman

  9. Dear Pak Zamzani,

    Saya sudah membuka website scimagojr.com, saya tambah bingung, apakah Q4 kira-kira cocok untuk pemula dan mohon tip untuk cari journal international yang free. Saya dikasih info journal terbitan turnojoyo free submision tp saya ragu karena journalnya baru terbit, apakah akan diakui atau tidak…mohon saran

  10. Saya punya draft jurnal …bgmn caranya supaya bisa publikasi jurnal scopus…bisakah saya konsultasi…klo bisa kobsultasi khusus…terimakadih…

  11. Dear Pak Zamzami, saya masih pemula dalam menulis jurnal tentang pendidikan. kira-kira publisher mana yang cocok untuk mem-publish jurnal saya dan bagimana caranya? Mohon saran dan arahannya…… Terima Kasih Sebelumnya…..

    • Jurnal secara umum terbagi 4, ada jurnal nasional biasa (tidak terakreditasi), nasional akreditasi, Internasional biasa (semua yang berbahasa Inggris), dan internasional bereputasi (indeks Scopus & ISI Reuters). Jika artikelnya masih bahasa Indonesia, coba mulai submit ke yang nasional terakreditasi saja dulu. Jika berbahasa Inggris boleh dicoba ke Internasional biasa atau bereputasi. Kalau mau submit ke yang bereputasi coba yang Q4 (paling rendah), ada Q1-Q4 grade-nya. Tergantung topiknya sih, jika ada topik atau judul mungkin bisa saya coba kasih saran nama jurnal apa yang bisa dicoba sebagai pemula.

  12. Dear Pak Zamzami, saya adalah penulis pemula jurnal tentang pendidikan. Kira-kira publisher yang bagus untuk mem-publish jurnal saya menurut bapak ya? Mohon bimbingan dan arahannya. terima kasih…..

  13. Assalamualaikam wr wb, sy Ridwan, sy punya draf jurnal, tentang Literasi Asesmen Berpikir kreatif, apakah ada cara untuk dapatan jurnal terindeks scopus yang publish tidak memakan waktu yg lama, masalahnya terkejar dengan waktu studi, apa bisa konsultasi langsung dengan Bapak? terima kasih

    • Wa’alaikum Salam, untuk jurnal indeks Scopus, kebiasaaan akan memakan waktu lama, karena proses review-nya sangat ketat dan antrian artikel sangat banyak. Coba saja ke jurnal yang grade-nya rendah (Q-4), mungkin tidak terlalu strick. Boleh silakan untuk berkonsultasi lebih lanjut.

      Terima kasih.

  14. terimaksih atas infonya semoga mempermudah sya dalam publish sehingga sya segera wisuda, ohon bantuan selanjutnya ntr y pak @zamzani zainuddin, semoga allah membalas selalu kebaikan bapak

  15. Dear Pak Zamzani,

    Saya mau bertanya tentang jurnal internasional terindeks scopus dan jurnal bereputasi (ber-impact factor atau cite score). Teman saya memasukkan artikelnya ke salah satu jurnal internasional, tetapi semenjak 2011-2016 tidak terindek lagi di scopus, begitu juga tahun 2017. Apakah jurnal yang tidak terindeks lagi sampai saat ini (oleh scopus) masih dikatakan bereputasi ? Sementara di SJR impact factor nya masih ada (0,17).
    Mohon pencerahan dari Pak Zamzami.
    Terima kasih.

    • Dear Pak Ridho,

      Mungkin bisa dikirimkan nama jurnalnya ke saya. Setau saya tidak lagi dianggap bereputasi karena tidak diperpanjang lagi oleh tim Scopus. Karena tahun lalu banyak jurnal Scopus yang diremove karena ketahuan predatory. Jurnal predatory kebanyakan berbayar, jadi jika ingin submit ke jurnal bereputasi bagusnya hindari jurnal BERBAYAR karena tidak aman untuk kedepannya. Sebagai informasi Scopus tidak menggunakan lagi IF tapi SJR/ H-index, yang menggunakan IF adalah jurnal indeks ISI (Web of Science/ Thomson). Hampir semua jurnal indeks ISI sudah pasti indeks di Scopus, Karena ISI saringan jurnal2 terbaik Q1-Q2 Scopus.

  16. Selamat pagi. Saya sedang menulis jurnal teknik elektro tapi saya bingung mau publikasi dimana yg ada terindeks scopus?jurnal Yang bisa 3 bulan terbit dan gratis.
    Mohon bantuannya pak

    • Selamat pagi juga,

      Bagusnya memang publikasi ke jurnal Scopus yang tidak berbayar. Jurnal Scopus berbayar tidak aman untuk kedepannya, banyak yang berpotensi predatory (akan blacklisted). Hanya sekitar 20% saja yang berbayar dan semua kualitas rendah. Untuk masa publikasi 3 bulan mustahil untuk jurnal bereputasi. Biasa 3 bulan awal akan diberitahu lulus/ tidak ke tahap review, 3-4 bulan selanjuntnyaa proses review pertama, 3-4 bulan kemudian review kedua. Biasa paling sangat-cepat-sekali 8 bulan, tapi jarang. Bagusnya publikasi ke Scopus yang rendah karena tidak terlalu strick (Q4).

  17. Halo selamat malam. Saya baca-baca di atas luar biasa sekali penulis. menolong kami-kami yang masih buta untuk cara pengiriman jurnal internasional.

    Langsung saja, saya juga jika berkenan meminta bantuannya, saya sedang mengerjakan tesis. Untuk penulisan saya membahas tentang analisis suatu website menggunakan metode webqual 4.0. Dosen saya meminta saya untuk buat jurnal internasional Q3 dahulu.

    Pertanyaan saya :
    1. Di mana saya bisa upload tulisan saya ? agar cepat mendapatkan ISSN ?
    2. Bisakah saya mengupload tulisan saya dan mendapatkan predikat q3 ?

    • Halo, malam juga,

      1. Di mana saya bisa upload tulisan saya ? agar cepat mendapatkan ISSN ?
      Semua jurnal Scopus sudah pasti ber-ISSN, jangankan Scopus, jurnal biasa saja di Indonesia ada ISSN. Jadi jangan kuatir tentang ISSN, karena yang berkualitas itu bukan ISSN, tapi indeksnya. Untuk saat ini, pendidikan/ penelitian dunia merujuk pada 2 indeks kredibel. Rangking 1 indeks ISI Web-of Science (Reuters) dan rangking 2 indeks Scopus.

      2. Bisakah saya mengupload tulisan saya dan mendapatkan predikat q3 ?
      Tentu saja bisa, tinggal ikutin format setiap jurnal, karen beda jurnal beda kebijakan. Untuk menegecak Q1-Q4 jurnal Scopus tinggal ketikkan saja kata kunci tema artiikelnya di https://www.scimagojr.com/. Akan keluar banyak sekali nama2 jurnal sesuai dengan tema tadi, tinggal klik satu persatu, di bawahnya besar sekali tertulis apakah Q1, Q2, Q3, atau Q4. Contoh yang Q3 saya search keyword-nya “Information science” https://www.scimagojr.com/journalsearch.php?q=19700202714&tip=sid&clean=0

      Jika sudah dapat yang sesuai dengan tema tulisan tinggal search link jurnalnya di Google, misal: “Journal of Information and Organizational Sciences”

      Tinggal ikutin pedoman jurnal, berapa maksimal/minimal kata, bentuk referensinya, apakah ada templete khusus, dll.

  18. Rusmilawati Windari

    Assalamu’alaikum Pak Zamzami

    Terima kasih banyak atas sharing ilmu dan memberikan kesempatan kepada kami semua untuk konsultasi.

    Saya saat ini sedang mencari jurnal scopus yang tidak berbayar, dan jikalaupun berbayar mungkin yang rasional (minimal Q3). karena saya dapat info dari seorang teman, untuk terbit beliau diminta 10-12 juta. menurutnya untuk editing dan publishing.

    kajian tulisan saya seputar penal policy, violence against children, dan children protection, khususnya tentang physical punishment against children.

    Mohon informasi bapak jurnal yang bisa saya tuju. Dan apakah, akan sangat lama terbitnya ya pak? karena saya baca informasi bapak bisa tahunan padahal jurnal tersebut akan menjadi syarat bagi saya menempuh ujian tertutup.

    Terima kasih banyak bapak. Semoga Allah membalas kebaikan bapak dengan berkah dan rahmat yg berlimpah. Aamiin.

    Wassalam,
    Rusmila

    • Wa’alaikum salam, jurnal Scopus yang baik adalah yang tidak berbayar, hanya 10% saja yang berbayar dan hati2 dgn yang berbayar, berpotensi bermasalah kedepan dan rangkingnya jelas rendah2 semua. Tahun lalu jurnal2 predatory banyak berbayar dan sudah diremove dari Scopus, sasaran mereka adalah para peneliti pemula dan siapa saja yang lagi ngebet publikasi Scopus (business-oriented). Banyak sekali jurnal2 bagus terutama dibawah publisher2 ternama seperti Emerald, Taylor & francis, Sage pub, Springer, dll.

      Untuk bisa lihat Q1-Q3 tinggal search saja keyword diatas (penal policy/ violence against children/ children protection) di https://www.scimagojr.com. AKan keluar banyak daftar jurnal, tinggal klik satu persatu, akan muncul informasi Q-nya dibawah. Kemudian tinggal search ke Google jurnalnya dan pelajari author information (panjang artikel, model referensi, dll).

      Jangka waktu publikasi jurnal bereputasi sangat ketat karena mereka menjaga reputasi mereka, gak sembarangan nerbitkan. Untuk menunggu lulus/ tidak saja ke tahap review bisa sekitaran 2-3 bulanan. Kemudian, 3 bulan kemudian proses review pertama, dikasih waktu ke kita 2-3 bulan untuk perbaiki, 3 bulan lagi proses review kedua, dikasih waktu lagi untuk perbaikan, dan meununggu final decision. Beda jurnal beda policy, bisa jadi lebih lama lagi, ini hanya gambaran umum saja. Kalau publikasi 3-4 bulan dari jarak kita submit sangat mustahil, ADA, tapi sekitar 1% dan biasanya invited papers dari tokoh2/ experts dunia.

      Hati2 dengan jasa bayar, banyak sekali calo penipuan dan jurnalnya berpotensi abal2, masuk dalam blakclisted jurnal termasuk di DIKTI. Untuk jasa editing/ proofreading English bagusnya pake jasa Native speaker luaran, bukan dari jurnal.

      Thanks,

  19. Assalamualaikum Mas Zamzami…saya ingin bertanya seputar publikasi internasional. Saya sedang menyusun tesis dan mencari publikasi internasional tentang kehutanan. Namun, saya msh sangat awam tentang publikasi apalagi internasional. Mohon kiranya Mas Zamzami memberikan arahan kiranya jurnal internasional mana yg free namun tidak terlalu sulit untuk menembusnya…trus bagaimana tipsnya agar tulisan kita bs diterima dengan cepat. Mohon arahannya. Terima kasih Mas Zamzami..wassalamualaikum wr.wb.

    • Wsalam, untuk jurnal internasional ada 2 tipe, internasional biasa dan bereputasi (Scopus/ ISI Indeks). Jika ingin publikasi yang jurnal internasional biasa banyak sekali, semua jurnal yang ditulis dalam Bahasa Inggris adalah jurnal internasional walapun kualitasnya lebih jelek dari jurnal Bahasa Indonesia. Tinggal klik aja di google dengan kata kunci dan verifikasi nama jurnalnya ke ke https://www.scimagojr.com/, copy paste aja nama jurnalnya. Jika terindeks di link Scimago, berarti jurnal internasional Scopus dan berat/ ketat/ berkualitas.

      Misalnya saya cari di Google “journal forestry malaysia” keluarnya list berikut:

      1. https://www.frim.gov.my › Publication
      2. myjms.mohe.gov.my/index.php/JTFS/about/submissions
      3. http://www.myjurnal.my/public/browse-journal-view.php?id=72

      Semua yang di atas adalah Internasional Scopus dan agak ketat/ berat karena berkualitas. Silakan dicoba saja cek satu/persatu di page Google dan verifikasi ke Scimago. Jika tidak terindeks di Scimago berarti gak terlalu ketat. Jika sudah temukan masuk ke Web mereka pelajari apakah free atau bayar. Cara lain bisa kunjungi website kampus2 jurusan Forestry, pasti ada info jurnal mereka disana.

      Selamat mencoba Googling2

  20. Saya mau mengecek “European Journal of Accounting, Finance and Investment” , apakah terindeks scopus? bagamana caranya?

    • Sudah saya cek tidak terindeks Scopus. Ushakan untuk publikasi di jurnal yang FREE tidak berbayar. Jurnal berbayar tidak kualitas bagus dan cenderung business oriented, menargetkan penulis pemula.

      Thanks,

  21. Hai mas zamzami terima kasih untuk diskusi terbuka. Saya masih sangat awam dengan jurnal internasional apalagi yang terindeks scopus. Sekarang saya baru melanjutkan studi s3 di Pendidikan Oahraga,. dan angkatan kami sekarang diminta harus membuat jurnal internasional yang terindeks scopus dan profesor saya mengatakan Q1 Q2 wawww..
    Adakah wesite/link yang gratis yang bisa saya akses sebagai literatur saya dalam pembuatan jurnal? dan dimanakah saya harus mengupload hasil jurnal saya agar terindeks scopus. Yang gratis2. Maklum jantong mahasiswa, ahehehe.

    • Untuk mengecek apakah jurnal Q1, Q2, Q3 atau Q4, bisa langsung ketik keyword artikelnya di https://www.scimagojr.com, misalnya “sport science”. akan keluar banyak sekali list yang berhubungan dengan Sport Science, tinggal buka satu/ satu dan lihat di bawahnya besar sekali tulisan Q1 atau Q2. Baru selanjutnya search di Google nama Jurnal yang sudah cocok tadi dan langsung submit artikel di Webnya. Baca petunjuk2nya misalnya apakah berbayar atau tidak, jurnal Scopus yg bagus tidak berbayar ya. Baca juga model referensi apakah APA, Harvard, MLA, dll. Panjang artikel maksimal/ minimal, apakah ada templete. Coba aja submit, nanti akan ada feedback dari mereka. Kalau memang Rejected apa saja kekurangan yang perlu kita perbaharui. Yang pasti publikasi di Scopus tidak instant, ditolak satu jurnal submit ke yg lain, ditolak lagi submit ke lain lagi, terus mencoba. Kalau sudah beberapa tahun, menyerah, ya submit ke jurnal nasional biasa saja.

  22. Terima kasih att nya Pak Zainuddin, untuk publikasi pada jurna yang free (tdk berbayar) biasanya perlu waktu ya Pak.?
    Bagaimana kalau berbayar tetapi terindeks thompson atau proquest? cara mengeceknya? karena ada beberapa jurnal saya temukan berbayar dan terindeks proquest dan thomson.. terima kasih

    • Untuk berbayar dan tidak, sama2 memerlukan waktu Pak. Mereka menjaga reputasi dan kredibilitas mereka. Jika publikasinya cepat akan dianggap asal-asalan proses review-nya dan reputasi mereka akan jatuh. Untuk melihat berbayar atau tidak bisa langsung ke Website masing2 jurnal. Bisa ditemukan policy mereka berbayar atau tidak. Bagusnya publikasi yang Free, yang berbayar hanya sekitar 20%. Kualitas jurnal yang Free publication lebih bagus. Bisa ditemukan dibawah penerbit2 terkenal seperti Emerald, Springer, Sage, Elsevier, Taylor & Francis.

      Thanks,
      Zam

      • Terima kasih att nya Pak Zam, sangat bermanfaat dan memberikan pencerahan, saya akan lanjutkan untuk mencari Jurnal yang free dan berkualitas.. barakahllah.. AAmiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *