Home / JURNAL SCOPUS / Resiko Publikasi pada jurnal predator

Resiko Publikasi pada jurnal predator

Resiko penerbitan di jurnal predator dapat mengakibatkan penulis atau lembaga mereka kehilangan kepercayaan publik. Di samping itu, penulis juga akan dikenakan biaya publikasi yang sangat tinggi. Sayang, setelah bayar mahal-mahal, habis uang banyak, artikel jurnalnya tidak diakui. Ini banyak dialami oleh dosen-dosen Indonesia yang tidak punya pengalaman dalam publikasi jurnal bereputasi.

Para peneliti atau dosen juga harus berhati-hati dengan oknum atau makelar publikasi bereputasi yang menawarkan jasa menjamin artikelnya akan terbit, tapi dengan bayaran tinggi. Ingat, jurnal yang tidak abal-abal tidak ada perantara atau lobi-lobi. Semua melalui proses mulai dari disortir editor sampai layak untuk dikirim ke reviewer. Bahkan, artikel Professor kelas dunia sekalipun bisa di di reject di jurnal yang bukan predatory. So, di reject oleh jurnal itu hal biasa. Jangankan jurnal, kirim artikel opini ke media massa sekalipun sering tidak goal. Jadi, Di Reject oleh beberapa jurnal hal biasa, masih banyak jurnal-jurnal lain. Dengan di reject kita kadang akan dapat feedback tentang kelemahan artikel kita untuk kita perbaiki.

SO, Salah satu cara memilih jurnal yang bukan predator adalah dengan memilih jurnal yang dipublikasikan oleh penerbit-penerbit berkelas seperti Elsevier, Emerald, Taylor & Francis, Sage, Willey, atau Springer. Jurnal pada penerbit-penerbit ini dijamin AMAN.

About LITERASI DIGITAL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *