Home / JURNAL WOS

JURNAL WOS

CIRI-CIRI JURNAL PREDATOR, WASPADA!

Sulit untuk menilai secara jelas dan menyatakan bahwa suatu jurnal predator karena jurnal predator terus muncul, menghilang, dan berubah. Lebih jauh lagi, suatu jurnal dapat dianggap sebagai jurnal predator pada titik tertentu, tetapi dapat berkembang menjadi jurnal yang terpercaya di masa depan. Untuk menghindari masalah yang terkait dengan jurnal predator, …

Read More »

Resiko Publikasi pada jurnal predator

Resiko penerbitan di jurnal predator dapat mengakibatkan penulis atau lembaga mereka kehilangan kepercayaan publik. Di samping itu, penulis juga akan dikenakan biaya publikasi yang sangat tinggi. Sayang, setelah bayar mahal-mahal, habis uang banyak, artikel jurnalnya tidak diakui. Ini banyak dialami oleh dosen-dosen Indonesia yang tidak punya pengalaman dalam publikasi jurnal …

Read More »

Waspadalah terhadap jurnal bereputasi predator!

Saat Anda mengirimkan naskah ke jurnal akses terbuka (Open Access Journal), harap berhati-hati untuk menghindari apa yang disebut dengan jurnal predator. Jurnal predator ini biasanya jurnal yang Open Access. Artinya jurnal yang saat kita akses tidak perlu berbayar, alias bebas download. Jurnal-jurnal yang berbayar mahal juga berpotensi predator, apalagi masa …

Read More »

Cara submit artikel ke jurnal terindeks Scopus

Hallo teman-teman semua, berikut adalah tutorial cara mempublikasikan artikel pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus. Terlebih dahulu adalah memilih jurnal Scopus apa yang sesuai dengan topik artikel kita. Untuk mengeceknya bisa langsung ke website https://www.scimagojr.com/ dan search topik atau keywords dari artikel anda. Akan muncul daftar-daftar jurnal indeks Scopus yang …

Read More »

Hati-hati publikasi di jurnal Scopus berbayar

Banyak yang bertanya kenapa sih publikasi pada jurnal bereputasi indeks Scopus harus bayar sangat mahal bahkan sampai puluhan juta? Perlu diketahui bahwa hanya 20% saja publikasi pada jurnal Scopus berbayar dan jurnal-jurnal tersebut memiliki reputasi rendah atau kebanyakan Q3-Q4. Makanya, beberapa institusi di Indonesia tidak mau menerima Scopus yang Q4 …

Read More »

Mengelola jurnal agar terindeks Scopus, Perhatikan 12 poin penting ini

Pada tahun 2018, Indonesia memiliki 37 Jurnal bereputasi terindeks Scopus. Jumlah ini masih sedikit dibandingkan dengan Malaysia yang berjumlah sekitar 110 jurnal. Semoga para pengelola jurnal di Indonesia bisa mengindekskan jurnal mereka ke indeks Scopus. Pengeloloaan jurnal indeks Scopus itu ketat, disiplin dan tidak asal-asalan. Sebelum terindeks ke Scopus, para …

Read More »

Database Jurnal Terindeks Thomson Reuters/ Web of Science 2018

Berikut adalah database Jurnal Terindeks Thomson Reuters/ Web of Science 2018. Silakan download pada link di bawah ini (Master Journal Lists/ Microsoft Excel file), semoga bermanfaat. http://ipscience-help.thomsonreuters.com/incitesLiveESI/ESIGroup/overviewESI/esiJournalsList.html    

Read More »

Review Kuliah di University of Malaya (UM)

Beberapa kampus di Malaysia yang familiar bagi orang Indonesia antara lain Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Sains Malaysia (USM), Universitas Islam Antar Bangsa (UIA) atau nama Inggrisnya (IIUM), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dan Universiti Malaya (UM). Dari beberapa kampus di atas, yang selalu menjadi kampus peringkat nomor wahid di Malaysia …

Read More »

Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Peringkat 17 dunia (Subject: Performing Arts)

QS World University Rankings merupakan salah satu lembaga perangkingan universitas-universitas di dunia dan lembaga ini tergolong kredibel. LPDP sendiri menggunakan acuan lembaga ini disamping THE dalam menetapkan kampus-kampus pilihan LPDP. Tahun 2018 QS World University Rankings meriliskembali peringkat Universitas-universitas berkelas dunia (World Class Universities). Salah satu kategori perangkingan adalah universitas …

Read More »

Indo Market di Hong Kong

Di Hong Kong terdapat beberapa minimarket Indonesia, namanya Indo Market. Menjual berbagai barang-barang produk Indonesia, sampai pete dan tempe pun ada, haha…, serasa tinggal di Indonesia ya. Ya wajarlah, lebih dari 170.000 Buruh Migran Indonesia tinggal dan bekerja di Hong Kong. Barang-barang produk Indonesia sangat laris dan dibutuhkan disini. Yang …

Read More »